Marilah kita sharing seputar tentang Islam dan yang lain lain agar bisa bermanfaat amin.
Monday, May 29, 2017
Ini Cara Ziarah Kubur Agar Tidak Syirik
Amalan yang bisa membuatmu kaya
Uztadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa
tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita berusaha. Demikian juga keinginan menjadi orang kaya, banyak uang dan rezeki berlimpah, bukankah Muslim itu wajib kaya? Karena itu berikut ini diajarkan riyadhah atau amalan yang jika rutin dilaksanakan selama terus menerus, Insya Allah akan mendapatkan rezeki berlimpah. Untuk tahap pembelajaran dimulai selama 40 hari terlebih dahulu. Diharapkan setelah 40 hari masih terus melaksanakan amalan tersebut bahkan lebih ditingkatkan intensitasnya. Seperti halnya Allah melatih kita melakukan ibadah di bulan Ramadhan selama 30 hari dengan harapan kita tetap bisa melanjutkan di hari-hari selanjutnya. Intinya sebenarnya merutinkan ibadah sehingga menjadi kebiasaan. Apa saja itu yang harus dilakukan selama 40 hari menuju kaya dan rezeki melimpah?

# 1. Rutinkan shalat berjamaah di masjid dan tepat waktu
Sedapat mungkin lakukan shalat fardhu di masjid berjamaah disertai dengan shalat sunat qabliyah dan ba'diyahnya. Qabliyah adalah shalat sunat sebelum shalat wajib yaitu 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur, sebelum ashar, 2 rakaat sebelum magrib, sebelum Isya dan sebelum subuh. Sementara Ba'diyah adalah shalat sunat sesudah shalat fardhu, yaitu 2 rakaat setelah dhuhur, setelah magrib dan setelah isya. Jangan lupa shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan kepada masjid. Jangan pernah menunda melakukan shalat. Begitu azan berbunyi segeralah ke masjid terdekat.
# 2. Rutinkan shalat tahajud 8 rakaat dan shalat witir 3 rakaat
Shalat tahajud adalah salah satu shalat sunat yang paling utama, dikerjakan pada sepertiga malam, minimal 2 rakaat, tapi Uztadz Yusuf Mansur menganjurkan 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Sepertiga malam itu juga adalah waktu mustajab (waktu terkabulnydoa).
# 3. Baca Surah Al Waqiah
Inilah surah yang bisa memperlancar rezeki " Barangsiapa membaca Surah Al Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya (H.R.Ibn Sunni).
Jangan lupa membaca surah ini sesudah shalat subuh atau sesudah shalat isya.
# 4. Rutinkan shalat dhuha
Mengapa dhuha bisa melancarkan rezeki? Alasannya sudah saya tulis di sini. Shalat sunat dhuha adalah shalat sunat 2 rakaat yang dilaksanakan saat matahari beranjak naik sampai sebelum dhuhur. Rutinlah melaksanakan dhuha 6 rakaat, bagi yang kuat bisa sampai 12 rakaat itu lebih baik. (2 rakaat salam, begitu seterusnya).
# 5. Baca zikir sesudah shalat
Setelah shalat jangan langsung berdiri tapi bacalah zikir yang biasa anda baca ditambah dengan membaca asmaul husnah Ya Fattah ya Razaak 11 kali, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi 1 kali dan Surah Al Ikhlas 3 kali. Rutinkan setiap selesai shalat. Khusus selesai shalat subuh dan ashar ditambah dengan membaca 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.
# 6. Rutin membaca zikir ini
Rutinkan membaca Laa hawla wala quwwata illaa billah sebanyak 300 kali, bisa juga 100 kali setiap hari dan bisa dibagi membacanya setelah shalat fardhu (100 / 5 = 20 kali di setiap selesai shalat fardhu).
# 7. Rutin mohon ampun
Bacalah istighfar sebanyak 100 kali setiap hari. Karena bisa saja setiap hari kita berbuat dosa yang kita sadari maupun tidak.
# 8. Rutin membaca zikir pagi dan petang
Jangan lupa setiap hari membaca subhanallahi wabihamdihii subhanallahil adzhiem 100 kali di waktu pagi dan 100 kali di waktu petang (sore hari). Boleh dilakukan habis shalat dhuha dan sorenya bisa setelah melakukan ibadah shalat ashar atau menjelang magrib
# 9. Rutin baca yasin
Rutinkan membaca surah ke 36 dari Al Quran ini, waktunya bebas, lakukan kapan saja dan baca sebanyak 1 kali setiap hari.
# 10. Tutup malam dengan shalat sunat 2 rakaat
Begitu kantuk menyerang jangan langsung tidur tapi lakukan shalat sunat 2 rakaat sebelum tidur, baca Surah Al Kafiruun di rakaat pertama dan Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu jangan lupa membaca Surah As Sajdah, Al Mulk atau Ar Rahman (pilih salah satu).
Lakukan 10 amalan ini rutin selama 40 hari. Usahakan jangan bolong. Bisa dibuat check list untuk membantu mengecek apakah salah satu amalan sudah dilaksanakan atau belum. Bagi wanita yang lagi haid bisa berhenti sejenak dan melanjutkan setelah suci. Niatkan dan mohonkan rezeki yang banyak dan bermanfaat untuk diri dan orang lain. Jika setelah 40 hari masih ingin dilanjutkan silakan. Jika sudah menjadi kebiasaan bisa menjadi ladang pahala buat kita. Wallahu alam.
3 Sedekah yang Paling Utama di Sisi Allah, Apa Saja?
Jakarta - Segala macam bentuk ibadah tentunya akan berbuah pahala bagi siapa saja yang menjalankannya. Di antara sekian banyak bentuk ibadah, sedekah merupakan salah satu bentuk amalan yang selain mendatangkan pahala juga sangat membantu bagi sesama manusia.
Dalam bersedekah, tidak ada batasan kepada siapa sedekah diberikan, dalam bentuk apa sedekah diberikan, maupun besaran sedekah itu diberikan. Tapi tahukah kamu kalau ada beberapa hal yang lebih utama jika dilakukan dalam bersedekah? Berikut adalah sedekah yang paling utama.
1. Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah adalah sedekah yang diniatkan untuk kebaikan. Nantinya kebaikan itu masih terus dirasakan hingga orang yang sedekah tersebut meninggal dunia. Misalnya sedekah dalam pembangunan masjid, saluran air, dan sebagainya.
Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Muslim, "Rasulullah bersabda, Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak (sholeh) yang mendoakan orangtuanya."
2. Sedekah yang Sembunyi-sembunyi
Kita dianjurkan untuk tidak pamer (riya) dengan semua bentuk ibadah yang kita lakukan, terutama sedekah.
Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 262 Allah berfirman, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudia mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti perasaan (si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Allah."
Selain itu, Allah juga menegaskan firman-Nya dalam Al-Baqarah Ayat 264 bagi orang yang memamerkan amalan sedekahnya. Allah berfirman, " Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan (si penerima)."
3. Sedekah Kepada Kerabat
Sebagai manusia, sepatutnya kita tidak memilih-milih kepada siapa kita bersedekah. Namun, ada baiknya kita mengedepankan orang terdekat yang terkena musibah untuk kita bantu.
Seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda, "Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah dan kepada kerabat ada dua (kebaikan), sedekah, dan silaturrahim.
Keutamaan Ayat Kursi
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah
Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah atas nama pribadi. Beliau yang mulia hanya marah jika ada aturan-aturan Allah Ta’ala yang dilanggar. Salah satunya dalam kisah berikut ini. Beliau marah besar dan langsung berpidato lantaran kesalahan yang dilakukan oleh imam shalat Shubuh. Beliau marah karena bacaan shalat Shubuh imam.
“Aku sengaja terlambat shalat Shubuh berjamaah karena bacaan al-Qur’an si Fulan.” tutur salah satu kaum Muslimin.
“Sebab,” lanjutnya sampaikan pengaduan, “jika si Fulan yang menjadi imam, bacaannya sangat panjang.”Seketika itu juga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah besar. Beliau langsung mengumpulkan kaum Muslimin dan menyampaikan pidatonya.
“Hai segenap manusia, sesungguhnya di antara kalian ada sikap yang membuat banyak orang menjauhi kebaikan (munaffir). Maka siapa saja yang menjadi imam dalam shalat, hendaklah dia memendekkan bacaan. Sebab di belakangnya ada orang tua renta, anak kecil, dan orang yang terdesak keperluan.”
Hadits dengan derajat muttafaq ‘alaih ini dikutip oleh Dr ‘Ali Hasyimi dalam buku Membentuk Kepribadian Muslim Ideal menurut al-Qur’an dan as-Sunnah.
***
Siapa pun kita adalah dai. Kita memiliki misi mengajak sebanyak mungkin umat manusia untuk merasakan indahnya Islam dan manisnya iman. Jangan sampai kita justru menjadi sebab bagi sebanyak mungkin orang hingga menghindar, menjauh, bahkan takut dengan Islam yang amat mulia.
Bersikaplah bijak. Jangan sampai salah bertindak. Sebab apa pun tindakan yang kita kerjakan, ianya akan dinisbatkan kepada Islam sebagai agama yang kita peluk dan amalkan dalam keseharian.
Membaca surat dalam shalat hukumnya sunnah. Sedangkan mengajak orang agar berislam dan istiqamah dalam Islam hukumnya wajib. Jangan sampai karena bacaan kita terlalu panjang dalam shalat Shubuh atau yang lainnya menjadikan orang-orang menghindar, bahkan kaum Musimin turut menjauh.
Sebab, jamaah memiliki keperluan dan karakternya masing-masing. Ada yang sudah tua, menderita penyakit, atau memiliki jadwal kerja yang ketat hingga harus bergegas, tidak bisa berlama-lama di masjid untuk shalat berjamaah.
Namun, jika disepakati di sebuah masjid dan jamaah sudah mengetahuinya, memanjangkan bacaan bukan menjadi masalah. Sebab hal itu bisa menjadi sarana pembelajaran agar kita mampu menggapai shalat yang khusyuk.
Dan jika masjid di sekitar rumah kita membiasakan bacaan pendek atau sedang dalam shalat berjamaah, hendaknya kita berupaya sungguh-sungguh untuk tetap menikmati shalat dengan memanjangkan bacaan dalam shalat sunnah. Baik rawatib, Dhuha, Tahajjud, atau shalat sunnah lain yang disyariatkan.
Jangan sampai terburu-buru saat shalat sunnah sendirian, namun berlama-lama tatkala menjadi imam shalat berjamaah. Na’udzubillah.
Wallahu a’lam
MasyaAllah, 3 Sumpah Rasulullah Ini Sudah Terbukti di Dunia
Baginda Rasulullah ﷺ adalah teladan yang bisa dibilang sempurna. Segala gerak-geriknya secara prinsip bisa kita terapkan pada zaman apapun. Ingat pada prinsipnya. Ada satu hal yang perlu kita baca lagi tentang beliau.
Yaitu tahukah anda bahwa Rasulullah ﷺ telah mengatakan tiga sumpah. Dimana sumpah itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sekarang ini. Beliau mengatakannya ketika akan menghembuskan nafas terakhir. Apa sajakah sumpah yang dikatakan oleh Rasulullah?
Dalam sebuah riwayat hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada tiga perkara yang aku bersumpah atas ketiganya yaitu tidak berkurangnya harta karena sedekah, maka bersedekahlah. Tidaklah seseorang yang memaafkan perbuatan orang yang dzalim kepada dirinya, melainkan akan Allah tambah dengan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang yang membuka pintu atas dirinya untuk meminta-minta kepada manusia, melainkan akan Allah buka untuknya pintu menuju kefakiran,” (HR. Ahmad dan Al-Bazar).
Hadis ini diambil dari kitab Kunuz as-Sunnah an-Nabawiyah oleh Bari’ Irfan Taufiq pada juz I halaman 138. Di dalam kitab Shahih al-jami’, Syaikh Albani berkata bahwa hadis ini shahih.
hadits tersebut menjelaskan tentang tiga hal yang disumpahi oleh Rasulullah yaitu;
1. Harta Tidak Berkurang karena Sedekah
Hal ini merupakan sumpah nabi yang pertama. Segala amalan shaleh berupa sedekah, infak dan zakat yang dilakukan di Jalan Allah Ta’ala tidak akan membuat kekayaan dan kepemilikan harta seseorang berkurang. Justru sebaliknya, dengan bersedekah rezeki yang didapatkan akan bertambah berkali lipat.
Pernahkah anda mendengar, gara-gara bersedekah seseorang jatuh miskin? Tidak ada, namun malah kebalikanya dan ini sudah sangat banyak sekali contohnya dan tak perlu disebutkan satu persatu.
2. Orang yang Bersabar di Atas Penganiayaan Diberikan Kemuliaan
Di antara hikmah adanya orang yang dzalim adalah anjuran bagi kita untuk berlaku sabar dan tidak meladeni kedzalimannya tersebut. Sumpah Rasulullah yang kedua ini secara tidak langsung akan menjadi penawar bagi orang yang teraniaya. Bukan hanya sekadar penawar, namun kemuliaan tinggi di sisi Allah-lah yang ditawarkan. Maka, percayalah bahwa Allah tidak akan memandang remeh orang-orang yang bersabar dari penganiayaan terhadap dirinya melainkan ganjaran besar yang menanti.
Faktanya dalam kehidupan disekitar kita pasti bisa kita lihat pada zaman yang sudah semakin tua ini. Padahal kita masih berada di bumi Allah, sedangkan kemuliaan tersebut akan diberikan suatu saat nanti di alam yang lebih kekal.
3. Meminta-minta merupakan Pintu Kefakiran
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mencari rezeki dengan cara yang terhormat dan mencela budaya meminta-minta. Oleh sebab itu, Islam memandang mulia orang-orang yang berusaha mencari rezeki secara halal. Dan sebaliknya bila mendapatkan harta hasil usaha mengemis bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan.
Bahkan, Rasulullah sendiri pernah menyebutkan bahwa seseorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar. Lantas dibawa ke pasar dan dijual, kemudian uangnya digunakan untuk mencukupi keperluan diri. Maka, hal itu lebih baik daripada orang yang meminta-minta yang terkadang diberi dan terkadang lagi ditolak.
Sangat jelas sekali hal ini terjadi. Mereka yang bekerja dengan kucuran keringat sendiri akan merasakan nikmat dan syukurnya mendapatkan rezeki meski sedikit tetapi dicukupkan. Berbeda dengan orang yang meminta-minta dimana mereka akan terus merasa kurang dan tak pernah ada puasnya.
Demikianlah tiga substansi sumpah Rasulullah bagi seluruh umatnya. Sekarang tinggal bagaimana sikap kita menghadapinya. Apakah berusaha untuk menjalankannya atau tidak. Dan sungguh beruntunglah orang-orang yang mampu mengamalkan perintah dan anjuran Rasulullah ﷺ tersebut. Wallahu ’alam.
Sunday, May 28, 2017
Isra’ Mi’raj Menurut Ahli Astronomi
Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia
Menengok Fakta dan Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia Tidak hanya di ranah dunia, di Indonesia sendiri, umat Muslim menempati posisi...
-
Istilah ubun-ubun tentu tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ubun-ubun terletak di kepala, biasanya berjumlah satu, tapi ada juga yang ...
-
Pada zaman Nabi Muhammad ﷺ , ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan...
-
Amalan penting untuk kita dibulan Ramadhan karena nilainya Allah lipatgandakan, dan terutama kepada kaum wanita dalam hadits shahih Rasulu...


